Sumber: Alodokter.com Laringitis merupakan suatu peradangan (inflamasi) pada daerah laring yaitu tempat melekatnya pita suara yang ter...

Ketahui Beberapa Hal yang Menjadi Penyebab Laringitis Berikut Ini

Penyebab Laringitis
Sumber: Alodokter.com

Laringitis merupakan suatu peradangan (inflamasi) pada daerah laring yaitu tempat melekatnya pita suara yang terjadi. Seseorang yang mengalami laringitis akan mengalami beberapa gejala utama berupa suara serak atau bahkan parau akibat meradangnya pita suara tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa infeksi virus, bakteri, atau akibat terlalu banyak berteriak dan banyak bicara. Pita suara sendiri merupakan otot dan tulang yang dapat dikatakan rawan yang dilapisi oleh membran mukosa, sehingga dapat membuka dan menutup secara halus untuk menghasilkan suara melalui pergerakan udara dan getaran yang timbul. Pita suara yang bergetar tersebut karena ada aliran udara yang melewatinya menyebabkan seseorang dapat mengeluarkan suara, sepertihalnya berteriak, berbisik, dan bernyanyi.

Laringitis ternyata salah satu penyakit yang dapat bersifat akut ataupun kronis. Peradangan tersebut dapat disebabkan karena terlalu banyak digunakan (terlalu banyak berbicara), iritasi atau infeksi. infeksi virus yang umumnya tidak berbahaya merupakan penyebab laringitis  yang paling sering terjadi. penyakit Laringitis juga dapat terjadi bersamaan dengan adanya sebuah infeksi pada saluran pernafasan bagian atas, misal terjadinya flu ataupun batuk pilek sehingga dapat berlanjut menjadi faringitis dan laringitis. Laringitis akut biasanya bersifat sementara dan membaik setelah beberapa faktor penyebab laringitis tersebut dapat diatasi. Beberapa faktor penyebab terjadinya laringitis akut adalah :

Infeksi virus, sama seperti virus yang biasa menyebabkan pilek (flu)
Iritasi pada pita suara karena berteriak atau terlalu banyak berbicara.
Infeksi bakteri, biasanya disebabkan oleh bakteri difteria, tetapi sudah jarang terjadi karena adanya vaksinasi.
Sedangkan laringitis kronik biasanya berlangsung lebih dari tiga minggu. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh paparan terhadap zat iritan berulang-ulang. Penyebab laringitis kronik terjadi  antara lain :
Mengkonsumsi alkohol berlebihan
Menghirup zat iritan berulang-ulang, diantaranya asap rokok, allergen, bahan-bahan kimia, polusi udara.
Sinusitis kronik dan bronkitis kronik
Kebiasaan menggunakan suara berlebihan.
Perokok aktif dan perokok pasif sama-sama beresiko terkena laringitis.

“dilansir dari laman Aloodoter” bahwasanya dalam mendiagnosis penyakit laringitis, dokter terlebih dahulu akan melihat beebrapa gejala yang dialami penderita. Gejala penyakit tersebut yang paling mudah dideteksi yaitu suara yang berubah menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali. mengetahui permasalahan yang terjadi pada tenggorokan. Dokter juga akan melakukan tes darah dan memeriksa tenggorokan dengan mengusap tenggorokan menggunakan cotton bud (kapas kecil) dilanjutkan pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan tersebut tentunya memiliki tujuan untuk mengetahui jika ada infeksi bakteri atau jamur. Untuk melihat kondisi laring lebih detail, misalnya iritasi atau kerusakan pada pita suara, berikut beberapa pemeriksaan yang dapat menjadi penunjang:

Laringoskopi
Pemeriksaan laringoskopi yang dilakukan dengan cara memasukkan alat endoskopi, seperti selang khusus yang dilengkapi dengan lampu dan kamera pada ujungnya, ke dalam laring melalui mulut atau hidung.
Biopsi
pengambilan sedikit sampel jaringan laring untuk diperiksa pada laboratorium guna mengetahui penyebab laringitis.

Jika penyakit tersebut terus terjadi atau kambuh dalam jangka waktu yang lama, dokter akan merujuk pasien kepada dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) untuk menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut. Kebanyakan laringitis mampu bisa pulih sendiri dalam waktu sekitar satu minggu, tanpa obat-obatan. Tujuan pengobatan dilakukan adalah untuk sedikit meberikan rasa reda pada gejala yang mengganggu dan mempercepat kesembuhan. Berikut beberapa cara menanani laringitis yang dapat kita lakukan sendiri dirumah, di antaranya:

Minum banyak air putih dan menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
Menghirup inhaler dengan kandungan mentol untuk melegakan saluran pernapasan yang terasa tidak nyaman.
Mengonsumsi permen mint dan berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur khusus untuk melegakan tenggorokan.
Berbicara dengan suara perlahan untuk mengurangi ketegangan pada pita suara yang sedang meradang.
Menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat membuat tenggorokan kering, seperti dekongestan.
Menghindari paparan penyebab iritasi dan alergi, seperti asap rokok dan debu.
Berhenti merokok.